Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Wulan Wahyuning Ratri

10 Januari 2019 13:01

7 Teladan Rabi'ah Al-Adawiyah, wanita Basrah sangat mencintai Allah

Rabi'ah Al-Adawiyah, banyak orang yang telah mengetahui sosoknya yang amat fenomenal. .

7 Teladan Rabi'ah Al-Adawiyah, wanita Basrah sangat mencintai Allah

0



foto

7 Teladan Rabi'ah Al-Adawiyah, wanita Basrah sangat mencintai Allah

Sudut Kota Basrah; Kota Kelahiran Rabi’ah Al-Adawiyah
Sumber foto: www.muslimheritage.com/article/basra

Memiliki perasaan cinta adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Rabi’ah Al-Adawiyah pun memiliki rasa cinta itu. Rasa cinta yang begitu tinggi, yang ia tujukan untuk Allah SWT. Rabi’ah diperkirakan lahir pada 95 H atau 713 M. Ia adalah anak keempat dari keluarga Ismail Al-Adawi. Rabi’ah lahir di kota Basrah, Irak. Tasawuf melekat dalam dirinya karena kecintaannya yang begitu mendalam kepada Allah SWT, akhlaknya baik, dan ia juga bukanlah sosok yang egois. Rabi’ah tetap peduli kepada banyak orang dan dapat menyentuh hati banyak orang, terutama muslim dan muslimah. Dari Rabi’ah Al-Adawiyah ini, kita dapat mempelajari sisi-sisi teladan darinya yang insya Allah dapat membuat kita lebih berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apa saja sisi teladan dari Rabi’ah Al-Adawiyah? Kita bahas tujuh sisi teladan dari dirinya, ya!

1. Telah menghafal Alquran sejak usia sepuluh tahun
Rabi’ah telah menanamkan Alquran dalam hidupnya sejak kecil. Sejak usia sepuluh tahun pun Rabi’ah telah berusaha menghafal Alquran. Alquran membuatnya mampu membedakan kebaikan dan keburukan.


2. Berusaha melakukan semuanya dengan ikhlas
Semasa hidupnya, Rabi’ah tidak pernah bangga ketika dipuji. Ia pun tidak pernah sedih ketika orang lain tidak menghormatinya. Ia menjalankan kehidupannya dengan ikhlas, dan apa pun kata orang dibiarkannya berlalu. Yang Rabi’ah amat pedulikan adalah ridho dari Allah. Ia ingin Allah mencintainya. Rabi’ah tidak takut kepada kemurkaan orang lain, karena ia hanya takut kepada Allah. Ia juga memiliki keyakinan kuat, bahwa Allah selalu memberi segala yang terbaik untuk dirinya.

Loading...


3. Rabi’ah disiplin dalam melaksanakan shalat
Rabi’ah selalu disiplin dalam melaksanakan shalat, seperti yang tertuang dalam buku Figur Wanita Sufi: Perjalanan Hidup Rabi’ah Al-Adawiyah dan Cintanya kepada Allah karya Abdul Mun’im Qandil. Dalam buku itu ditulis Rabi’ah sejak kecil selalu berusaha melaksanakan shalat lima waktu, juga shalat tahajud pun tidak pernah ia tinggalkan. Rabi’ah yang pernah dijadikan sebagai budak sejak kanak-kanak hingga remaja itu tetap melaksanakan shalat dengan disiplin. Ketika tangannya retak pun, shalat tetap tidak pernah ia tinggalkan.


4. Tulus dalam berbagi ilmu
Rabi’ah Al-Adawiyah semasa hidupnya tulus dalam berbagi ilmu. Rumah sederhananya selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar ilmu agama Islam. Rabi’ah membantu orang lain untuk menggerakkan jiwa ke arah ketakwaan. Hasan Al-Basri, Malik bin Dinar, Sofyan Ats-Tsauri, Abdul Wahid bin Zaid pun turut belajar melalui Rabi’ah, mendengarkan ceramah-ceramah dari Rabi’ah yang menyejukkan hati.


5. Tidak silau terhadap kemewahan dunia
Diri Rabi’ah sangat mencintai Allah sehingga ia tidak silau terhadap kemewahan dunia. Rabi’ah bersikap bijaksana ketika melihat suatu kemewahan. Pada suatu saat. Ia pernah melihat emas yang memenuhi gudang. Ia tidak merasakan kegembiraan berlebihan. Ia pun tidak kagum terhadap emas itu. Ia selalu ingat bahwa dirinya tidak inggin tenggelam dalam kemewahan dunia.


6. Sabar dalam menghadapi berbagai ujian
Ketika dihadapkan dalam berbagai ujian, termasuk ujian berupa tubuh mengalami rasa sakit, Rabi’ah tetap sabar. Ia menghadapi semuanya dengan wajah berseri. Ia selalu bersyukur ketika dirinya diberi ujian oleh Allah. Ia tidak mengeluh dan tidak pula mengeluarkan emosi buruk ketika Allah memberinya ujian.

 

7. Tidak pernah ingin menyusahkan orang lain
Rabi’ah hidup dalam kesederhanaan. Rumahnya sederhana, pakaiannya sederhana, makan dan minum pun tidak dilakukannya secara berlebihan. Rumah Rabi’ah begitu kecil. Pernah suatu saat ada orang yang ingin membantu Rabi’ah dengan bermaksud memberikan rumah yang lebih layak untuk Rabi’ah, namun Rabi’ah menolaknya dengan sangat halus. Ia tidak ingin menyusahkan orang lain. Ia juga tidak ingin meminta belas kasihan dari orang lain. Rabi’ah merasa malu meminta kekayaan dari orang lain.

Rabi’ah Al-Adawiyah adalah contoh wanita muslimah yang begitu mencintai Allah. Dari dirinya kita dapat mengambil sisi teladan. Dari Rabi’ah pula kita dapat belajar bahwa sehebat-hebatnya manusia, tetap saja kehebatan itu ada karena Allah yang memberikan kehebatan itu, dan Allah adalah Yang Mahahebat.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

sufi Rabi'ah Al-Adawiyah wanita Islamindah
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top