Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Aditya Mahyudi

11 Juli 2019 10:05

10 Fakta seputar Copa America 2019

Turnamen ini diakhiri dengan Brazil yang memutus puasa gelar sejak 2007..

10 Fakta seputar Copa America 2019

0



Viva Copa America 2019! Begitulah euforia penonton yang tidak sabar untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding di kawasan Amerika Selatan. Turnamen ini sangat menarik bagi pemirsa seluruh dunia karena menyajikan partai yang sengit sekaligus dramastis saat menontonnya hingga jantung berdebar-debar.

Aksi pertandingan yang paling ditunggu-tunggu adalah peluang Lionel Messi dkk untuk mengangkat piala Copa America sejak 2 dekade lalu sekaligus menambah catatan karir Lionel Messi di pentas Internasional.

Lalu tidak kalah penting adalah penyelenggaraannya di jantung sepak bola Amerika Latin yaitu Brazil yang dikenal sebagai Raja Piala Dunia. Maka dari itu, penulis akan membahas fakta-fakta turnamen Copa America 2019 berikut ini.

1. Absennya beberapa pilar penting.

Neymar cedera

Loading...

Sumber: zeenews.india.com

Turnamen Copa America tidak selamanya selalu dihadiri oleh pemain bintang. Ada yang mengalami cedera, indispliner, maupun pensiun sebelum turnamen dimulai.

Kasus pertama adalah Absennya Neymar karena mengalami cedera engkel ketika mengikuti pertandingan persahabatan antara Brazil melawan Qatar di Estadio Nacional de Brasillia. Tanda-tanda Neymar cedera mulai tampak pada menit ke-21 ketika dijatuhkan oleh salah satu pemain Qatar yaitu Assim Madino dimana dia sukses menengkel pada kaki kanan Neymar yang membuat Ligamen pergelangan kakinya meletup.

Akibat dampak tersebut, Neymar harus melewatkan keseluruhan pertandingan di Copa America 2019. Hal tersebut membuat Neymar sangat kecewa atas cedera yang kembali kambuh lalu kemudian dia digantikan oleh Everton Soares pada satu menit ke depan.

Beberapa pemain lainnya yang absen yaitu Rodrigo Ramallo (Bolivia), Adalberto Penaranda (Venezuela), Paolo Hurtado (Peru), Ezequiel Palacios dan Esteban Andrada (Argentina), Luis Manuel Orijuela (Kolombia), Roque Santa Cruz dan Richard Ortiz. (Paraguay).

2. Diramaikan oleh duo Asia.

Japan and Qatar

Sumber: dnaindia.com

Jika di Copa America tahun lalu tim dari Amerika Utara lebih banyak mendominasi di turnamen ini maka Tim Asia saatnya unjuk gigi karena diperhitungkan sebagai tim kuda hitam di kawasan Amerika Latin. Tujuannya adalah Tim Asia bisa bersaing dengan tim besar lainnya supaya lebih kompetitif.

Misalnya Jepang yang akan kembali bertanding di Turnamen ini untuk kedua kalinya setelah 1999. Selain itu, mereka absen di Copa America 2011 karena masih berduka dengan Gempa Bumi di Jepang saat itu sehingga harus menarik diri atau batal bertanding.

Sementara bagi Qatar, partisipasi mereka adalah debut perdana mereka di ajang Copa America sekaligus mencatatkan namanya sebagai Tim dari Timur Tengah pertama yang bermain di Copa America. Walaupun berstatus Juara Piala Asia 2019, Qatar tidak kenal gentar sama lawan-lawannya karena diperkuat pemain senior dan muda sehingga bersatu padu dalam komposisinya.

Sayangnya, kiprah kedua tim tersebut berakhir di penyisihan grup walaupun sempat mencuri 1 poin di awal pertandingan terutama saat menghadapi Uruguay dan Paraguay.

3. Pelatih tertua dan termuda.

Tabarez Scaloni

Sumber: www.ovaciondigital.com

Pelatih tertua saat ini masih dipegang oleh Oscar Tabarez yang telah melatih Uruguay sejak 2006 atau lebih tepatnya pasca kegagalan Uruguay ke Piala Dunia 2006. Sebelumnya Tabarez pernah memimpin Uruguay di Copa America 1989 dan Piala Dunia 1990 dengan hasil juara kedua. Sementara, pelatih termuda diraih oleh Lionel Scaloni yang dijuluki spesialis asisten Jorge Sampaoli di Sevilla dan Timnas Argentina.

4. Pemain tertua dan termuda.

Eiji Kawashima

Sumber: japantimes.co.jp

Pemain tertua dan termuda sama-sama diraih oleh perwakilan dari Timnas Jepang yaitu penjaga gawang Eiji Kawashima yang genap berusia 36 tahun 86 hari dan wonderkid Takefusa Kubo yang baru berusia 18 tahun 10 hari sekaligus memecahkan rekor usia muda di luar Benua Amerika.

5. Pemecahan rekor terunik.

Messi and Friends

Sumber: en.as.com

Untuk kategori pelatih, Hernan Dario Gomez dinobatkan sebagai pelatih yang rajin tampil di Copa America dengan melatih 3 negara sekaligus yaitu Kolombia, Ekuador, dan Panama.

Kemudian, Argentina bersama dengan Uruguay sering meraih posisi empat besar sebanyak 35 pertandingan. Bedanya, Argentina lebih unggul dalam mencatatkan poin terbesar dalam sejarah Copa America yaitu 398.

Hal unik lainnya adalah pertama kalinya Copa America ini memakai sistem VAR yang menentukan keputusan gol atau tidak di sepak bola serta pelanggaran lainnya.

6. Menghapus dahaga gelar.

Brazil and Peru

Sumber: techradar.com

Timnas Brazil dan Timnas Peru sama-sama bertekad untuk meraih piala di Copa America sejak vakum beberapa tahun. Terakhir kali Brazil juara adalah pada tahun 2007 di Venezuela yang saat itu mengandalkan Kaka, Robinho, dan mantan pemain Piala Dunia Carlos Dunga. Selain itu, Dani Alves adalah saksi sejarah pada turnamen tersebut apabila meraihnya di final maka dirinya mendapat dua gelar.

Timnas Peru juga ingin mendapat gelar perdana sejak 1975 di mana saat itu mereka mengandalkan penyerang sekaligus Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1970 yaitu Teofillo Cubillas. Harapan mereka ada di pundak Guerrero dan Tapia demi menenangkan hati fans Peru sejak mereka kembali tampil di Piala Dunia 2018.

7. Guererro sang langganan top skor.

Guerrero

Sumber: perureports.com

Nama Paolo Guererro masih asing di telinga pencinta sepak bola. Nama Guerrero mulai mencuat ke publik saat bermain untuk klub Bundesliga Bayern Munich dimana saat itu Guerrero langsung memenangkan dua titel Bundesliga berturut-turut. Tim Bundesliga lainnya yang diperkuat Guerrero adalah Hamburger SV yang kini terdegradasi.

Setelah malang melintang di Eropa, Guerrero memutuskan kembali ke Amerika Latin dengan memperkuat sejumlah Klub Brasil sampai sekarang.

Walaupun tidak muda lagi, Guererro masih layak diperhitungkan sebagai top skor Copa America sekaligus mengungguli pemain legendaris lainnya seperti Batistuta (Argentina) dan Ronaldo (Brazil) Fakta uniknya, Guererro rajin menjadi top skor selama 3 Copa America terakhir kecuali Copa America Centennario. 

8. Adanya insiden yang tak terduga.

Messi

Sumber: sportskeeda.com

Tiada hari tanpa kontroversi. Pepatah ini sering diucapkan di setiap turnamen. Teranyar, Lionel Messi diganjar kartu merah keduanya akibat bertengkar dengan Gary Medel yang mendapatkan kartu merah serupa.

Tidak lupa juga Laga Argentina vs Brazil dituduh hasil settingan karena Wasit Roddy Zambrano tidak mengindahkan keputusan VAR yang berujung memuluskan langkah Brazil ke Final.

Di sisi lain, unsur rasisme mulai terjadi ketika Pelatih Paraguay Eduardo Berizzo menuding keikutsertaan Jepang dan Qatar di Copa America berpotensi meruntuhkan semangat Tim Amerika Latin. Alasannya adalah Copa America harusnya memakai seluruh Tim Amerika tanpa kecuali.

Padahal, aturan Copa America sangat berbeda dengan lainnya karena mengizinkan tim luar Amerika Latin untuk berpartisipasi tanpa mengikuti kualifikasi layaknya kompetisi internasional lain.

9. Banjir penghargaan Timnas Brazil.

Dani Alves

Sumber: marca.com

Timnas Brazil meraih keseluruhan gelar Copa America 2019 yang meliputi Kiper Terbaik oleh Alisson, Pemain terbaik oleh Dani Alves, Tim Fairplay terbaik, dan Top Scorer oleh Everton. Bukan hanya gelar individu, Timnas Brazil berhasil memenangkan gelar secara tim di negeri sendiri tanpa perlawanan.

10. Tidak lupa dengan unsur pendukung.

Zizinho

Sumber: en.as.com

Maskot di turnamen ini adalah Zizito yang merupakan hewan pengerat sejenis capybara khas Amerika Selatan. Alasan penggunaan Zizito sebagai simbol kepedulian terhadap Capybala yang terancam punah. Kemudian, nama Zizito diambil dari nama legenda Brazil yaitu Zizinho.

Slogan yang dipakai adalah Vibra El Continente atau Rock the Continent. Maknanya mencerminkan semangat bertanding di Copa America. Lagu resminya berjudul Vibra Continente yang dinyanyikan oleh Leo Santana dan Karol G.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

Copa America Brazil Sepakbola Dunia Dramastis
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top