Brilio.net - Menjalin hubungan percintaan memang tidak selalu berjalan mulus. Berbagai faktor bisa saja menjadi rintangan sekaligus hambatan. Salah satunya adalah restu orangtua. Telah menjadi adat istiadat di Indonesia, orangtua memiliki pengaruh yang besar terhadap pergaulan sang anak. Akibatnya, tak jarang orangtua menjadi penentu kelanjutan suatu hubungan.

Hal inilah yang juga dirasakan oleh Wulan , nama samaran (18). Cewek asli Medan ini terpaksa harus mengakhiri hubungan cintanya dengan Yudha, nama samaran, akibat terhalang restu dari orangtua.

"Tiba-tiba saja orangtua pengen aku untuk fokus kuliah dulu," ungkap Wulan kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Selasa (9/2).

Mengenal Yudha sejak 2014 silam, Wulan merasa Yudha adalah pria yang cocok untuk mengisi hatinya. Hubungan mereka pun sanggup bertahan hingga delapan bulan lamanya. Hingga ketika Wulan memutuskan melanjutkan kuliah, orangtuanya merasa Yudha bukanlah orang yang tepat untuk masa depannya.

"Papa pengennya selain aku fokus kuliah, juga pengen punya calon menantu yang lebih dewasa," ujar cewek yang kini kuliah di Jurusan Penerbangan di salah satu perguruan tinggi di Kota Medan ini.

Merasa sudah tidak mendapat restu dari orangtua, Wulan terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Yudha. Walau memutuskan sang kekasih, ia menginginkan ada perjuangan yang diberikan oleh Yudha. Namun sayang, bukannya berjuang untuk mempertahankan hubungan, Yudha malah menerima begitu saja dengan keputusan Wulan.

Hal ini membuat Wulan semakin yakin jika keputusan sang ayah yang menginginkan ia fokus kuliah adalah keputusan yang tepat. "Yah, kalau kayak gini jadi ngerasa males buat bertahan dengan dia," imbuhnya.

Cerita ini disampaikan oleh Wulan melalui telepon bebas pulsa brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!