Brilio.net - Pernikahan menjadi gerbang menuju kehidupan yang baru untuk semua orang. Sebab pernikahan adalah awal memulai lembaran baru dengan pasangan yang memang diharapkan menjadi partner sehidup semati. Menjalani kehidupan bersama-sama, melewati suka maupun duka.

Momen sakral ini juga sering dijadikan sebuah perayaan untuk melepas masa lajang. Tak heran, karena harapannya hanya sekali seumur hiudp, beberapa orang mempersiapkan acara ini secara maksimal. Pesta tujuh hari tujuh malam juga tidak jarang dilakukan.

Namun, memang kita tidak pernah tahu, nasib apa yang digariskan dalam takdir kita. Jodoh, kehidupan, dan kematian sekalipun masih menjadi misteri yang tak pernah kita ketahui kapan tibanya. Yang menyayat hati adalah ketika hari pernikahan yang bahagia juga menjadi hari kelabu karena kepergian seseorang yang kita cintai.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (20/11), berikut 5 kisah pilu pengantin meninggal usai melangsungkan pernikahan.


1. Alan Tito - Daslina Sombi.

foto: liputan6.com/Ahmad Akbar Fua



Alan Tito adalah sosok yang berhasil membuktikan kesungguhan seorang lelaki kepada pasangannya. Namun hari pernikahan Alan tampak berbeda dengan pasangan pada umumnya. Ia menikahi kekasihnya, Daslina Sombi, yang terbaring lemah karena sakit kelenjar getah bening.

Usai melaksanakan ijab kabul, pihak keluarga berusaha memberitahu dan menyadarkan Daslina kabar bahagia ini. Namun Daslina tak kunjung membuka mata dan tetap terbaring dengan masker oksigen. Sekitar tiga jam usai menikah, Daslina dikabarkan telah meninggal dunia.


2. Mursen - Musliani.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

- Nasib tragis calon pengantin “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, mungkin inilah pepatah yang pas untuk menggambarkan nasib tragis yang menimpa calon penganting bernama Mursen (43). Niat mengucapkan ikrar janji suci dengan mempersunting pujaan hatinya dihadapan keluarga dekat dan para kerabat akhirnya kandas setelah mengalami kecelakaan tragis. Peristiwa memilukan itu terjadi pada senin dini hari sekitar Jam dua dalam perjalanan dari Lingkungan Mangganjeng menuju tempat kerjanya di Tonasa menabrak truk tronton yang terparkir dipinggir disekitaran Bungoro Pangkep. Akibat peristiwa itu ia mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di Rs. Wahidin Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara pada Sabtu 9 November 2019 Jam 11 adalah jadwal akad nikahnya yang rencananya dilakukan di Dusun Birue Desa Siawun, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, terpaksa dipindahkan ke Rs. Wahidin Makassar. Namun karena kondisi yang tak sadarkan diri prosesi akad nikah dipindahkan ke Mushallah Rs. Wahidin dengan diwakili Ijab Kabulnya oleh kakak kandungnya yang bernama Sudirman dan dipandu penghulu KUA Kecamatan Barru, Husni Makky. Kepala KUA Kecamatan Barru. Muhammad Idris, yang dihubungi via telepon membenarkan peristiwa itu. “memang hari ini tanggal 9 Movember 2019 berdasarkan register pendaftaran kehendak nikah akan dilansungkan akad nikah antara Mursen dengan Musliani di Birue Desa Siawung, namun karena kondisi tak memungkinkan maka akad nikah dipindahkan ke RS. Wahidin Makassar. Lebih lanjut Idris mengatakan setelah akad nikah jam 11 siang, pada jam 4 sore hari penganting pria telah menghembuskan napas terakhir. Ini merupakan takdir yang telah digariskan oleh yang kuasa dan semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan kita pada petuah-petuah orang tua bahwa masa rentang antara lamaran dan hari H pernikahan adalah masa “Rapo-raponna” (masa rawan) sehingga mempelai harus mengurangi aktifitas diluar rumah. Kami dari KUA telah melayat kerumah duka dan menyampaikan ucapan bela sungkawa yang sedalam dalamnya dan memberikan suppport kepada keluarga yang ditinggalkan.

Loading...

A post shared by MAKASSAR INFOKU (@makassarinfoku) on

Pasangan asal Sulawesi Selatan ini harus mengikat janji sehidup sematinya dalam keadaan haru. Mursen harus menjalani ijab kabul dengan diwakilkan sang kakak, lantaran kondisinya masih terbaring di rumah sakit.

Hal ini bermula saat beberapa hari sebelum pernikahan, Mursen mengalami kecelakaan yang membuat ia mendapatkan luka serius dan tak sadarkan diri. Hari pernikahan yang sudah dijadwalkan pada 9 November 2019 tetap dilaksanakan meski kondisi mempelai pria terbaring di rumah sakit. Setelah akad nikah berlangsung pada jam 11 siang, 5 jam kemudian Mursen dinyatakan meninggal dunia.


3. Muh Aksa Hatta - Mita.

Pesta pernikahan menjadi momen membahagiakan karena banyak doa yang dipanjatkan untuk kebahagiaan pengantin. Berbagi rasa syukur bersama tamu, menambah rasa bahagia bagi Muh Aksa Hatta dan istrinya Mita.

Namun tak ada yang tahu, setelah hari bahagia itu, justru Aksa harus kehilangan sang istri untuk selama-lamanya. Tepat satu hari setelah hari pernikahan, Mita dikabarkan mendadak drop dan harus dilarikan ke klinik terdekat. Namun sayang, nyawa Mita tak dapat tertolong pada hari itu.

2 dari 2 halaman



4. Ardiwansyah Tato - Nurmadina.

foto: Instagram/@makassar_iinfo



Kisah ini bisa menjadi pengingat untuk kamu yang ingin melangsungkan pernikahan. Pasangan Ardiwansyah Tato dan Nurmadina telah melewati hari pernikahan mereka pada 17 Oktober 2019 lalu. Namun pengantin wanita yang nampak cantik di hadapan para tamun tiba-tiba pingsan karena di duga kelelahan saat resepsi.

Nurmadina tak sadarkan diri dan dirawat di RSUD Regional Sulawesi Barat. Belum genap seminggu menjadi seorang suami, Ardiwansyah harus menerima kenyataan pahit bahwa istrinya harus berpulang telebih dahulu.


5. Amirul dan Airina.

foto: World of Buzz



Dilansir dari World of Buzz, kisah pilu ini datang dari Negeri Jiran, Malaysia. Kebahagiaan Amirul dan Airina sebagai sepasang suami istri tak berlangsung lama.

Setelah dua bulan hidup bersama, tiba-tiba Airina mendapat kabar pilu bahwa suaminya dilarikan ke rumah sakit. Airina mendapat informasi bahwa Amirul wajahnya mendadak pucat dan pingsan usai bermain futsal dengan teman-temannya.

Yang membuat semakin pilu, Airina harus menempuh jarak jauh dari Johor ke Shah Alam untuk menemui suaminya. Amirul divonis meninggal karena sakit jantung pada 6 November 2019 lalu.




RECOMMENDED BY EDITOR