Brilio.net - Bagi sebagian orang, kuku menunjukkan sisi kebersihan dan indikator kesehatan dari seseorang. Tak heran jika ada yang rutin potong kuku untuk menjaga kebersihan diri sendiri. Namun ada juga yang sengaja memanjangkan kuku supaya bisa dicat dengan desain dan warna-warna cerah. Tapi jarang yang sampai memanjangkan kuku selama lebih dari satu tahun.

Simone Taylor © 2017 elitereaders.com

Adalah Simone Taylor, seorang gadis muda berusia 16 tahun asal Nuremberg, Jerman yang nyatanya tidak memotong kukunya selama hampir tiga tahun. Taylor terakhir memotong kuku pada Agustus 2014 lalu dan sekarang panjang kukunya sudah mencapai 14,8 cm.

Menurut pengakuan Taylor yang dikutip brilio.net dari Elitereaders, Jumat (7/4), butuh waktu tiga jam setiap kali ia harus mengecat kuku dan menghabiskan beberapa botol cat kuku setiap bulannya. Untuk biaya perawatan kukunya, Taylor rela menghabiskan uang kurang lebih 25 euro atau Rp 350 ribu per bulan.

Simone Taylor © 2017 elitereaders.com

Loading...

Kuku panjang Taylor tak hanya menarik perhatian banyak orang tapi juga bikin penasaran. Mereka bertanya bagaimana saat Taylor di kamar mandi.

Ia menjawab menggosok gigi atau ke toilet tidak terlalu masalah. Tapi kuku panjangnya membuat dirinya agak kesulitan saat keramas. Jadi harus ekstra hati-hati.

Simone Taylor © 2017 elitereaders.com

Tak hanya itu, kuku panjang rupanya juga membuatnya kesulitan saat beraktivitas di sekolah. Terlebih saat menggunakan pena atau keyboard komputer. Tapi Taylor menyatakan bisa menggunakan buku jari untuk mengetik.

Selain itu, kuku panjang juga membuat tak bisa bergabung dalam kegiatan fisik di sekolah. Namun semua masalah itu tak lantas membuatnya berhenti untuk memiliki kuku panjang. Taylor bahkan semakin ketagihan untuk memiliki kuku panjang semenjak melihat video nail art di YouTube.

Simone Taylor © 2017 elitereaders.com

Saking sayangnya sama kuku, Taylor bahkan pernah menangis gara-gara salah satu kukunya patah saat ia tengah climbing bersama dengan teman-temannya.

"Aku mulai menangis dan berteriak. Teman-teman mencoba untuk menenangkanku tapi itu tak berhasil," katanya.

RECOMMENDED BY EDITOR