Brilio.net - Setiap orang pasti memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Meskipun memiliki pekerjaan yang sudah sesuai dengan passion, namun pasti banyak mereka yang memiliki bakat lain yang terpendam.

Seperti halnya dengan Diksi Hera Berliana, sejak 2004 perempuan berdarah minang ini memiliki profesi sebagai perawat di RSUD Balaraja. Selain sebagai perawat, Diksi ternyata memiliki keahlian lain, yakni mendesain busana muslim. Dan sejak tiga tahun terakhir ia mengembangkan busana muslim dan memiliki brand Gallery Namia.

Memiliki bakat sebagai desainer tak mau sampai di situ saja, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk mengikuti ajang fashion terbesar, Indonesia Fashion Week (IFW) 2019. Ini menjadi langkah awal dirinya bisa berkiprah di industri fashion Tanah Air

Dalam peragaan IFW yang baru pertama kali Diksi ikuti, ia membawa mengangkat budaya Minang sebagai tema besar koleksi miliknya.

Diksi © 2019 brilio.net

"Saya angkat songket Pandai Sikek Sumbar, songket itu kan kaku yah dan cuma dibuat untuk kain dan baju kurung. Tapi kali ini saya buat lebih modern dengan gamis dan dress," ujarnya saat ditemui media usai peragaan busana di Jakarta, Kamis (28/3).

Dalam panggung IFW 2019 bertema Culture Value, 9 look busana muslim dengan menampilkan warna merah, hitam, dan emas sebagai ciri khas Sumatera Barat.

Dalam koleksinya itu, Diksi mengaplikasikan potongan kain songket itu dengan bermacam-macam kain, seperti kain embos. Dalam pembuatan busana syar'i wearable tersebut, Diksi butuh ketelitian yang besar. Karena setiap kain potongan songket harus diperhatikan lebih agar ciri khasnya tidak hilang.