Brilio.net - Sejak munculnya Covid-19 hampir seluruh dunia terkena dampak luar biasa, mulai dari ekonomi, pariwisata dan masih banyak lagi. Aktivitas masyarakat di beberapa negara pun sempat lumpuh karena diberlakukannya sistem lockdown.

Namun ternyata pandemi ini tak melulu berdampak negatif, justru menjadi inspirasi beberapa desainer untuk meluncurkan koleksi terbaru mereka. Salah satunya adalah brand fashion asal Inggris, Vollebak, yang membuat jaket antivirus yang diklaim pertama di dunia. Fashion unik ini dipercaya dapat membunuh serangga dan virus seperti Covid-19.

Salah satu pendiri Vollebak, Steve Tidball, mengatakan bahwa jaket ini sengaja dibuat dari bahan tembaga. Pasalnya tembaga merupakan logam biostatik yang ampuh membunuh bakteri dan virus ketika bersentuhan. Sebanyak 65 persen tembaga pada jaket tersebut berada di benang.

Jaket anti virus © 2020 brilio.net

foto: metro.uk/vollebak




"Ketika kita memasuki era baru dari pandemi ini, pemanasan global, kebakaran dan banjir terjadi di seluruh negara, kita kurang siap untuk perubahan yang sangat cepat ini," ucap Steve seperti dilansir brilio.net dari Metro.co.uk, Selasa (16/6).

Ia mengatakan, semua orang mau tak mau kini harus beradaptasi. Mulai dari perencanaan darurat dan infrastruktur, hingga arsitektur serta pakaian keseharian.

Loading...

Jaket anti virus © 2020 brilio.net

foto: metro.uk/vollebak




"Jaket antivirus ini akan menjadi syarat sebuah pakaian di masa depan. Itulah mengapa, kami mulai menggunakan tembaga," tuturnya.

Selain biostatik, tembaga juga memiliki sifat antimikroba yang membuat bakteri maupun virus tak berkutik. Tembaga melepaskan energi bermuatan listrik, sehingga mikroba akan sulit bernapas. Itulah kenapa jaket ini diyakini bisa dengan cepat membunuh virus corona.

Jaket anti virus © 2020 brilio.net

foto: metro.uk/vollebak



"Ini dapat mencegah resisten mikroba di masa depan," ujarnya.

Menurut Steve Tidball, jaket ini juga telah ditunjukkan beberapa badan penelitian setempat. Jaket ini dibanderol dengan harga Rp 16 juta dan jika proyeknya lancar, kemungkinan akan diproduksi massal untuk dijual ke pasaran.