Brilio.net - Munculnya wabah corona memberi dampak yang luar biasa bagi aktivitas masyarakat. Akibat kebijakan karantina di rumah untuk memutus rantai penyebaran corona membuat masyarakat tak bisa leluasa melakukan aktivitas di luar.

Tak hanya itu, rencana pasangan yang akan menjalani pernikahan pun harus tertunda karena pelarangan perkumpulan sekala besar. Hal tersebut ternyata juga berdampak pada perubahan tren pernikahan.

Desainer Tailor Wong Hang, Samuel Wongso menjelaskan untuk masalahan pakaian sendiri, sekarang ini pasangan yang akan menikah lebih memilih pakaian pengantin yang simple dan sederhana.

"Bagi yang jalanin pernikahan, stylenya berbeda. Tadinya yang glomor pakai tuksedo sekarang pakai jas biasa. Kalau orang menikah pakai tuksedo, dasi kupu-kupu di ballroom besar. Nah sekarang balik ke simple pakai jas daily, celana hitam dan dasi panjang. Itu definisi simple, lebih simple dan cuma dihadiri 15 sampai 20 orang aja," ujarnya kepada media dalam Press Launch Oppo Find X2 Ultimate Talks, Kamis (4/6).

Loading...

Ia juga menambahkan bahwa untuk tahun 2020 ini, pasangan yabg akan menikah sangat jarang yang mau menggelar resepsi. Ia pun menilai tren pernikahan berubah konsepnya menjadi sederhana.

"Tren itu berubah menjadi lebih sederhana, pokoknya kalau di dunia pernikahan itu sudah akad atau pemberkatan dan sah dulu, masalah resepsi kalau ada kesempatan baru diadakan," ucapnya.

Perubahan lainnya yang ia rasakan adalah saat ini ia membuat jas beserta masker untuk pengantin yang akan melakukan pernikahan.

"Antusias (menikah) masih ada yang normal tapi ada juga yang menyambut dengan menikah new normal. Ketika era New Normal kita juga membuat jas dengan masker yang bahannya dari jas juga. Karena kan masker sudah menjadi bagian dari lifestyle," pungkas Samuel.