Brilio.net - Brand busana muslim, KAMI kembali menghadirkan rancangan terbarunya di ajang Fashion Rhapsody 2020. Koleksi kali ini diberi nama “ADANNA”. Nama Adanna diambil dari bahasa Afrika dan memiliki makna putri seorang ayah.

Desain motif pada koleksi ini terinspirasi dari kain Shuka, yakni kain yang dikenal sebagai “selimut Afrika” yang umum dikenakan oleh suku Maasai, Afrika Timur.

Suku Maasai sendiri adalah orang-orang semi nomaden dari Afrika Timur yang terkenal dengan cara hidup mereka yang unik, serta tradisi adat istiadatnya. Misalnya suku Dayak di Indonesia. Orang-orang di Suku Maasai dikenal hebat sebagai pejuang tangguh yang berburu makanan di sabana liar. Mereka hidup dekat dengan binatang liar.

KAMI Rhapsody © 2020 brilio.net

KAMI Rhapsody
© 2020 brilio.net/Syifa

Identitas Maasai sering didefinisikan salah satunya oleh kain shuka merah. Sementara merah adalah warna yang paling umum. Maasai juga menggunakan kain biru, bergaris, dan kotak-kotak untuk membungkus tubuh mereka. Kain Shuka juga dikenal tahan lama, kuat, dan tebal yang mampu melindungi suku Maasai dari cuaca dan medan savannah yang keras.

“Pada koleksi ini, KAMI ingin mencoba sesuatu yang baru, yang lebih bold untuk mix pattern. Penggunaan beberapa tekstur bahan dari mulai yang tebal sampai bahan yang tipis,” ungkap Nadya Karina, Creative Director dan salah satu Co-Founder KAMI kepada media di Jakarta.

Loading...

KAMI Rhapsody © 2020 brilio.net

KAMI Rhapsody
© 2020 brilio.net/Syifa

Karina menjelaskan untuk koleksi kali ini, pihaknya kembali berkolaborasi dengan Daliatex, sebuah perusahaan tekstil yang dikenal dengan kualitas bahan dan kemampuan mengeksplorasi serta menciptakan beragam kain jenis baru.

Dari kolaborasi ini, Daliatex menghadirkan beragam material yang sesuai dengan ide dan konsep KAMI untuk koleksi ADANNA, yakni bahan katun (thobe), chiffon (see through material), dan polyester dengan tekstur yang lebih tebal. Pemilihan warna yang didominasi oleh warna Black violet, Garnet red, dan pickle green, memberikan kesan bold pada koleksi yang hadir dalam sebelas look dengan kombinasi atasan, bawahan, luaran serta dress.

“Sementara untuk look lebih bermain dengan cutting yang simple, asimetris, dan layering, ditambah aksen dan sentuhan bordir serta payet,” sambung Karin.

KAMI Rhapsody © 2020 brilio.net

KAMI Rhapsody
© 2020 brilio.net/Syifa

Direktur dan salah satu Co-Founder KAMI, Istafiana Candarini, di sela-sela acara turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas support dan kerja sama yang baik dengan Daliatex.

“Semoga persembahan yang ditampilkan dari koleksi ADANNA ini bisa memberikan warna baru khususnya pada tren modest fashion, serta dapat diterima dengan baik oleh para penikmat KAMI dan juga pecinta modest fashion di Indonesia,” ungkap Irin.

Selain fashion show, KAMI juga turut meramaikan area pameran dan bazaar yang menjadi rangkaian acara Fashion Rhapsody ini dengan menghadirkan pop up store. Selain bisa melihat deretan koleksi terbaru, pengunjung juga bisa menikmati penawaran menarik dari KAMI untuk koleksi lainnya yang khusus diberikan selama acara ini.

Sementara itu, Fashion Rhapsody merupakan sebuah ide yang muncul karena adanya isu lingkungan yang ditimbulkan industri fashion sebagai penyumbang limbah terbanyak di dunia.

Fashion show ini mengangkat tema "Harmoni Bumi” event ini digelar dari tanggal 26 hingga 29 Februari 2020 dan mengambil tempat di Ballroom The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.