Brilio.net - Pariwisata memang salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19. Kini perlahan pariwisata, khususnya di Indonesia, mulai kembali bangkit untuk menarik kunjungan wisatawan.

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan ekonomi dari sektor pariwisata adalah mengembangkan desa wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio mengatakan, tren wisata saat pandemi ini berubah.

Wisatawan akan menerapkan quality tourism atau destinasi yang berkualitas. "Di sini, saya melihat bahwa kita sudah punya kekuatan besar untuk menyediakan pengalaman autentik pada para wisatawan, yaitu lewat desa wisata. Dan dari tahun ke tahun, jumlah desa wisata di Indonesia juga tumbuh pesat," ujar Wishnutama saat ditemui media dalam acara Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata 2020, Kamis (3/12).

Pada kesempatan itu Kemenparekraf memberi apresiasi kepada 20 perguruan tinggi yang melakukan pelatihan dan pendampingan. Tercatat pada peringkat satu ada Sekolah Tinggi Pariwisata Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid.

Loading...

Koto Mesjid sendiri merupakan desa di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Desa ini memiliki julukan sebagai Kampung Patin karena potensi yang luar biasa dalam bidang perikanan.

Di Koto Mesjid, terdapat 776 kolam ikan, di mana luas semua kolam mencapai 42 hektare, dengan jumlah produksi per hari 3—4 ton ikan patin.

Untuk bisa sampai ke desa ini membutuhkan waktu 2,5 jam dari Pekanbaru. Saat ini paket wisata juga sudah tersedia untuk ke Kampung Patin ini.

Lantas apa saja yah daya tarik wisata dari Kampung Patin ini? Berikut ulasannya, Kamis (3/12).

1. Di kampung ini tidak ada rumah tanpa kolam ikan. Sejarahnya, Kampung Patin ini dulunya salah satu desa yang ditenggelamkan karena dibangunnya PLTA Koto Panjang. Warganya direlokasi ke tempat yang lebih tinggi dan sekarang namanya Koto Mesjid.

daya tarik dari Kampung Patin Koto Mesjid © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@tripriau

2. Saat ini tersedia 30 homestay di Kampung Patin. Jadi wisatawan tak perlu bingung bila akan bernalam di tempat ini. Sudah disediakan pula pemandu wisata yang memiliki sertifikat, sehingga bisa menjadi pemandu untuk eksplorasi tempat-tempat menarik di Kampung Patin.

daya tarik dari Kampung Patin Koto Mesjid © 2020 brilio.net

foto: pixabay

3. Untuk kulinernya sendiri, sebagai Kampung Patin tentunya menyajikan makanan yang berbahan dasar ikan patin.

daya tarik dari Kampung Patin Koto Mesjid © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@patinolahanikan

"Karena keunikannya pada ikan patin sehingga olahan atau produknya kita buat bermacam-macam ada otak-otak, nugget, kerupik ikah, burger patin dan mpek mpek patin dan sebagainya," ujar Ketua dan Pendamping Sekolah Tinggi Pariwisata Riau, Eni Sumiarsih.

4. Bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh khas Kampung Patin juga terdapat banyak suvenir yang dibuat langsung oleh masyarakat sekitar.

daya tarik dari Kampung Patin Koto Mesjid © 2020 brilio.net

foto: pixabay

5. Yang menarik tak hanya di desa wisatanya saja, tapi juga disekitar Kampung Patin terdapat Sungai Gagak. Salah satu sungai yang terdapat air terjun indah.

daya tarik dari Kampung Patin Koto Mesjid © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@sungai_gagak

6. Selain itu, bagi wisatawan yang suka dengan spot instagramable bisa ke Puncak Kompe. Puncak Kompe ini terdapat di atas waduk PLTA Kota Panjang.

daya tarik dari Kampung Patin Koto Mesjid © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@puncakkompe