Brilio.net - Kampanye kesadaran terhadap penggunaan brand lokal kini semakin disuarakan berbagai pihak. Pemerintah pun sejak beberapa waktu lalu sudah menyerukan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Kampanye ini sengaja digaungkan karena produk-produk lokal Tanah Air, khususnya yang dihasilkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak kalah kualitasnya dengan produk luar. Apalagi saat ini banyak anak muda yang terlibat dalam menghasilkan produk lokal ready to wear, khususnya pada bidang fesyen.

Ministry of Cool © 2021 brilio.net

Nah dalam rangka mendorong dan memasyarakatkan gerakan cinta produk lokal yang digaungkan pemerintah, Plaza Indonesia sebagai pusat gaya hidup juga membuka peluang besar bagi brand lokal yang banyak diminati.

Loading...

Baru-baru ini, salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta itu membuka pop up store, Ministry of Cool. Pop up store ini menghadirkan delapan karya brand lokal ternama.

Ministry of Cool © 2021 brilio.net

Kedelapan karya fesyen tersebut adalah AMOTSYAMSURIMUDA, Danjyo Hiyoji, Imaji Studio, Lekat Dua, Money Man, Rigio, Wilsen Willim, dan Wastu. Selain itu ada juga beragam aksesoris fesyen kedelapan brand tersebut. Beragam produk yang ditawarkan merupakan koleksi ready to wear yang sangat cocok untuk milenial, Gen Z, dan mereka yang berjiwa muda.

“Kita ingin mendukung pemerintah mengenai gerakan local brand. Selama ini kita sebenarnya juga sudah mendukung gerakan tersebut. Kali ini kita buat pop up store untuk para talenta muda bisa bekerja sama. Kita ingin besar bersama para talenta muda ini,” ujar General Manager Marketing Plaza Indonesia Zamri Mamat kepada Brilio.net, saat ditemui usai pembukaan pop up store Ministry of Cool di Plaza Indonesia, Selasa (27/2/2021).

Ministry of Cool © 2021 brilio.net

Selama ini, Plaza Indonesia kerap mengadakan gelaran fashion show bersama kedelapan brand tersebut. Namun kali ini, Plaza Indonesia membuka kesempatan kepada delapan brand lokal ini agar semakin dikenal masyarakat.

Delapan brand lokal ini bisa hadir di pop up store Ministry of Cool melalui tahap kurasi yang dilakukan Plaza Indonesia. Kehadiran mereka harus sesuai dengan DNA konsumen yang berada di lantai empat Plaza Indonesia yakni kalangan muda.

Ministry of Cool © 2021 brilio.net

“Rata-rata produk mereka itu lebih ke street wear, urban wear yang banyak dicari anak muda," lanjut Zamri.

Yang cukup menarik, beragam produk yang ditampilkan pop up store ini lebih banyak mengangkat karya upcycle dan recycle fashion. Menurut Zamri, kedua konsep ini semakin marak dibicarakan di kalangan fashionista.

Salah satunya Wastu yang sejatinya mengambil bahan baku dari sampah bahan fesyen yang tidak terpakai. Kemudian diolah kembali menjadi produk fesyen yang keren. Selain itu ada juga Money Man yang memanfaatkan bandana lama untuk dirajut kembali menjadi produk-produk  luar biasa dan modern.

Ministry of Cool © 2021 brilio.net

“Mereka (Wastu) mengambil fabric bekas dari international brand jadi nggak ada sampah sama sekali. Artinya, bahan yang tadinya dianggap sampah diolah jadi brand baru,” kata Zamri.

Selain menyajikan produk brand lokal, pop up store yang seluruh operasionalnya dilakukan tim Plaza Indonesia ini sejatinya ingin mengangkat dan mempromosikan karya-karya para talenta muda berbakat bidang fesyen di Indonesia agar jauh lebih berkembang.