Brilio.net - Seorang gadis berusia 12 tahun meninggal di Belgia usai dinyatakan positif virus corona, seperti dilaporkan New York Post, Selasa (31/3). Ia menjadi korban meninggal termuda di Eropa akibat virus ini.

Gadis yang identitasnya dirahasiakan ini meninggal pada Senin (30/3). Juru bicara pusat krisis virus corona Belgia Dr Emmanuel Andre mengungkapkan kejadian ini sangat mengguncang otoritas setempat. Andre menyebut peristiwa ini sebagai momen yang sulit diterima secara emosional, karena melibatkan seorang bocah.

“Kami memikirkan keluarga dan teman-temannya. Ini adalah peristiwa yang sangat langka, tetapi sangat mengguncang kami,” kata Andre.

Seperti dilansir Agence France-Presse, gadis itu mengalami demam selama tiga hari sebelum kematiannya. Ia dinyatakan positif terpapar virus corona. Tidak ada rincian lain yang diberikan tentang kasusnya, termasuk apakah dia memiliki masalah kesehatan mendasar lain atau penyakit bawaan.

Loading...

Gadis itu adalah satu dari 98 kematian di Belgia selama 24 jam terakhir. Ia juga menjadi  bocah pertama yang meninggal di Belgia. Berita kematian gadis berusia 12 tahun itu terjadi sehari setelah seorang bocah lelaki berusia 14 tahun di Portugal, Vitor Godinho, juga meninggal setelah dinyatakan positif.

Pekan lalu, seorang gadis di Paris berusia 16 tahun yang diidentifikasi sebagai Julie A meninggal meskipun tidak memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya.

Kematian bocah berusia 12 tahun itu pun menambah panjang daftar korban meninggal akibat virus corona di Belgia. Bahkan otoritas kesehatan setempat mengungkapkan dalam 24 jam terakhir jumlah korban meninggal mencapai 98 orang. Hingga Selasa (31/3) jumlah korban di negara berpeneduduk 11,5 juta jiwa itu sudah mencapai 705 orang.