Brilio.net - Virus Corona masih menjadi isu yang cukup mengkhawatirkan banyak orang hampir di seluruh dunia. Bagaimana tidak, virus mematikan ini begitu cepat menyebar dan jatuh banyak korban jiwa terutama Di Wuhan, China. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, virus 2019-nCoV sudah menyebar ke 21 negara. Terbaru virus ini sudah masuk ke Italia, Filipina, dan India.

Virus Corona pertama kali terjangkit di Wuhan pada Desember 2019 lalu, hingga kini pemerintah China mengumumkan jumlah korban karena virus Corona terus menanjak meski pemerintah telah setempat telah melakukan karantina terhadap jutaan warganya. Upaya preventif juga telah dilakukan di berbagai negara di dunia.

Kondisi Wuhan saat ini sangat memprihatinkan, bahkan banyak yang mengatakan Wuhan seperti kota mati tanpa penghuni. Tak hanya itu saja, segala akses yang ada di kota tersebut telah ditutup. Wuhan, China ini pun ditetapkan sebagai situasi darurat global oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Kondisi seperti ini tentunya membutuhkan bantuan para medis dan relawan. Setiap harinya pasien yang harus ditangani mencapai ratusan orang, tentunya saja tenaga medis sangat dibutuhkan.

Momen haru ibu pamitan pada anaknya Istimewa

Loading...

foto: worldofbuzz.com

Paramedis telah berjuang keras untuk menangani setiap pasien yang terinfeksi virus Corona, bahkan mereka sudah tidak memikirkan diri sendiri lagi demi menyelamatkan ribuan korban. Dilansir brilio.net dari worldofbuzz.com, tim sukarelawan telah banyak dikirim ke Wuhan. Pada tanggal 27 Januari, angkatan medis pertama dari Anhui berangkat ke Wuhan, meninggalkan anggota keluarga mereka selama liburan Tahun Baru Imlek untuk melakukan tugas menyelamatkan ribuan nyawa.

Bukan perkara mudah merelakan keluarganya untuk datang ke Wuhan, mengingat wabah penyakit itu terus memakan korban, bukan tidak mungkin anggota keluarga mereka juga terjangkit virus mematikan tersebut. Hal inilah yang dirasakan Zhang Min. Ia harus pergi menjalani tugas mulia tersebut dan meninggalkan anggota keluarganya.

Dalam sebuah video yang beredar, wanita berusia 35 tahun tersebut terlihat berpamitan pada putri kecilnya untuk melaksakan tugas. Terlihat sang anak begitu berat melepaskan kepergian sang ibu. Tampak bocah berusia 4 tahun itu memeluk ibunya dengan erat. Selain rasa khawatir, tentunya ia tak ingin jauh dari sang ibu.

Momen haru ibu pamitan pada anaknya Istimewa

foto: worldofbuzz.com

Melihat sang anak yang tak ingin ia pergi, Zhang pun memberi tahu sang anak bahwa dirinya hendak melawan monster.

"Aku akan bertarung dengan monster dan setelah itu, aku akan segera pulang, oke?"

Zhang terlihat begitu sedih, namun ia tetap ingin terlihat tegar di depan anaknya. Ia pun meminta kepada anaknya untuk menjadi gadis yang baik selama ia pergi.

Dilansir dari worldofbuzz.com, Sebanyak 187 orang termasuk Zhang tiba di Wuhan untuk membantu, termasuk 50 perawat unit perawatan intensif, 135 anggota staf medis dan dua pemimpin tim. Mereka semua menjalani pelatihan medis pada hari berikutnya dan langsung langsung bekerja untuk membantu tim di Wuhan yang sudah mulai kewalahan.