Brilio.net - Bicara keju, pasti pandangan banyak orang langsung tertuju ke Eropa. Maklum berbagai negara di Benua Biru itu memang dikenal sebagai produsen keju di dunia. Namun kini bukan hanya negara-negara di Eropa saja yang mampu memproduksi keju berkualitas.

Indonesia juga bisa membuat olahan makanan hasil proses pengentalan atau koagulasi susu ini dengan cita rasa yang tak kalah dengan keju Eropa. Salah satunya dilakukan produsen keju lokal asal Banyuwangi, Moon River Dairy.

Keju Moon River © 2020 brilio.net

Malah, produk perusahaan ini mencerminkan keberagaman bahan pangan dan tradisi memasak yang khas. Mengusung konsep farmstead cheese, Moon River Dairy berupaya untuk menciptakan ikatan yang tak terputus dari produsen makanan hingga konsumen.

Loading...

Oh iya, dalam proses produksinya, Moon River Dairy menggunakan bahan-bahan lokal berkualitas tinggi yang diambil sekaligus diolah di kompleks Margo Utomo Resort, Kalibaru, Banyuwangi.

"Di Moon River Dairy, kami selalu berusaha untuk memproduksi keju-keju khas Indonesia. Kami hanya menggunakan bahan baku lokal yang kami tanam sendiri, seperti rempah rempah lokal yang dapat mewakili dan menunjukkan citarasa Indonesia. Sehingga tidak di miliki oleh keju impor dari cipta rasanya," ujar Founder Moon River Dairy, Fiona Farody dan Nindia Ogura.

Nah seperti apa ya proses pembuatan keju asli Indonesia ini? Berikut tiga faktanya.

1. Bahan baku yang berkualitas

Keju Moon River © 2020 brilio.net

Susu yang menjadi bahan utama produksi keju diperah setiap pagi dari peternakan yang hanya berjarak beberapa langkah dari pabrik keju, menjaga bahan baku tersebut tetap segar. Perkebunan tropis di Margo Utomo menghasilkan rempah-rempah khas Indonesia, yang ikut mewarnai cita rasa keju produksi Moon River Dairy.

2. Peduli lingkungan

Keju Moon River © 2020 brilio.net

Sustainability atau keberlangsungan lingkungan menjadi nilai yang diutamakan dalam proses produksi Moon River Dairy. Dalam upaya mengurangi limbah produksi, Moon River Dairy menerapkan pendekatan cradle to cradle, di mana semua aspek dalam tahap-tahap produksi dapat didaur ulang tanpa meninggalkan sampah yang tak dapat diurai.

Rumput dan jagung ditanam di area peternakan sebagai pakan sapi. Sementara itu, kotoran sapi dan limbah produksi keju ditampung dan diolah menjadi biogas yang digunakan untuk kebutuhan energi di eco resort dan pabrik keju. Sisa-sisa limbah ini didaur ulang menjadi pupuk bioslurry yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah tempat rumput dan jagung pakan sapi tumbuh. Siklus yang terus berlanjut ini diupayakan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem hingga di masa depan.

3. Dua varian keju bercita rasa lokal

Keju Moon River © 2020 brilio.net

Moon River Dairy berusaha untuk membuktikan bahwa produksi keju tak hanya monopoli negara Eropa semata. Dengan bahan baku hasil bumi lokal dan mesin produksi buatan Indonesia, keju dari Moon River Dairy tak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga mencerminkan karakter terroir atau daerah asal tempat keju diproduksi. Saat ini, Moon River Dairy telah memproduksi dua jenis keju yakni Anagata Cheese, keju bergaya Alpine buatan lokal pertama di Indonesia. Satu lagi yang tak kalah lezat adalah Amaya Cheese, keju bergaya Cantal yang serupa keju Cheddar.

Dengan mempelopori produksi farmstead cheese di Asia Tenggara, Moon River Dairy berkomitmen membawa nama Indonesia ke garis depan panggung global industri dairy.

Ingin tahu bagaimana keju Moon River Dairy diproses? Nih videonya

RECOMMENDED