Brilio.net - Ternyata masih banyak makhluk hidup di bumi yang masih belum diidentifikasi oleh para ilmuwan, terutama yang berada di dalam lautan dalam. Padahal, lautan sendiri menyimpan berbagai fauna di dasar laut yang memiliki kemampuan luar biasa seperti hidup abadi secara biologis.

ubur-ubur abadi  © 2017 berbagai sumber

Banyak yang tidak percaya kalau ada makhluk hidup yang dapat hidup abadi di dunia. Mereka beranggapan semua makhluk hidup pasti akan mati.

ubur-ubur abadi  © 2017 berbagai sumber

Ternyata ada lho makhluk hidup yang bisa hidup selamanya. Seperti brilio.net lansir dari Boredpanda, Kamis (29/6), Immortal Jellyfish merupakan ubur-ubur yang dapat hidup abadi secara biologis. Spesies dengan nama latin Turritopsis nutricula ini ukurannya hanya sekitar 4-5 milimeter. Ia pertama kali ditemukan pada tahun 1883 di laut Mediterania dan diyakini berasal dari lautan Karibia. Ubur-ubur ini sering melekat pada kapal-kapal yang berlayar, itulah alasannya kenapa Immortal Jellyfish ini telah tersebar di berbagai negara seperti Italia, Spanyol dan Jepang.

Loading...

ubur-ubur abadi  © 2017 berbagai sumber

Tubuh fauna laut ini mirip seperti lonceng, kulit tipis, dan pada bagian puncaknya ada penebalan serta perutnya besar berwarna merah terang. Ia juga memiliki 8 tentakel ketika masih kecil, dan 80 tentakel ketika tumbuh besar.

ubur-ubur abadi  © 2017 berbagai sumber

Kemampuannya untuk hidup abadi secara biologis baru diketahui oleh para ilmuwan pada tahun 1996. Ubur-ubur ini bisa hidup abadi karena mereka dapat kembali menjadi ubur-ubur muda ketika mereka telah berusia tua dan telah mencapai kematangan seksual. Proses ini dinamakan sebagai Transdiferensiasi di mana proses pembaruan sel-sel yang telah tua dapat kembali menjadi sel-sel muda atau baru. Proses ini pun berlangsung cepat dan mereka lakukan terus menerus sehingga ubur-ubur ini pun bisa hidup abadi secara biologis.

Namun, meskipun mereka mampu hidup abadi secara biologis bukan berarti tak bisa mati. Tentu saja mereka bisa mati karena pengaruh faktor eksternal. Misalnya saja karena dimangsa hewan lain, kerusakan lingkungan ekologis dan masih banyak faktor lainnya.

RECOMMENDED BY EDITOR