Brilio.net - Banyak orang yang takut menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Pasalnya sinar matahari yang sangat terik tentu membuat kulit kering dan panas. Banyak juga yang takut kulitnya terbakar karena sinar matahari.

BACA JUGA :
Berpuasa ternyata bisa bikin pesepak bola tambah fokus

Dilansir brilio.net dari Nypost.com, Senin (13/5), kandungan kimia pada sejumlah produk sunscreen atau tabir surya ternyata terserap ke dalam darah. Hasil penelitian ini tidak serta merta menyatakan bahwa terdapat bahaya dari kandungan kimia yang masuk ke tubuh tersebut, namun hal ini tetap harus menjadi perhatian.

"Hasil temuan ini menimbulkan banyak pertanyaan penting mengenai tabir surya serta prosesnya yang perlu dilihat oleh industri tabir surya, ahli klinis, organisasi keahlian, serta pemerintah dalam menilai kelebihan dan risiko dari pengobatan ITC topikal ini," jelas penulis penelitian tersebut.

BACA JUGA :
Ini respons santai Jokowi atas ancaman penggal kepala

Peneliti kemudian mengukur konsentrasi dari empat kandungan aktif yang berbeda dan umum digunakan dalam tabir surya. Empat kandungan tersebut yaitu avobenzone, oxybenzone, octocrylene dan ecamsule diukur dari darah partisipan.

Dari percobaan tersebut, peneliti menemukan bahwa tingkat kimia dari empat kandungan tersebut di darah melebihi 0,5 nanogram per milimeter (ng/mL). Sedangkan tiga kandungan kimia tetap berada di dalam dada hingga tujuh hari kemudian.

Walau sejumlah bahan tersebut tidak secara langsung berbahaya bagi tubuh, masih perlu dilakukan penelitian lagi tentang hal ini serta pengembangan pada produk tabir surya. Selain itu perlu dipertimbangkan juga apakah manfaat dari tabir surya lebih besar dibanding bahaya yang dimiliki.

 

 

 

RECOMMENDED